Tampilkan postingan dengan label Desain Pemodelan Grafik #. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desain Pemodelan Grafik #. Tampilkan semua postingan

Senin

Tugas 3D Blender

Pada posting ini saya akan membuat animasi 3D dengan menggunakan Blender  tugas ini berkaitan dengan matakuliah Softskill. berikut nama kelompok :
- Ade Rakhmawan Yulianto 50408022
- Andi Kurniawan 50408103
- Rhiza Pramawesa 50408711

 Disini saya akan membuat 3D typography dengan tulisan Universitas Gunadarma. disini kita menggunakan Blender versi 2.56a Beta. tampilan pada versi ini berbeda dengan versi-versi sebelumnya. berikut cara pembuatannya:

Pada saat pertama kali halaman dibuka akan muncul sebuah kotak kubus, namun disini kita tidak membutuhkannya, maka kita hapus dengan menekan Delete atau Ctrl+x. Apabila halaman pada blender telah kosong maka tekan Shift+a, untuk membuat objek baru. Setelah itu pilih Text untuk membuat objek Text.
Setelah itu kita klik TAB untuk mengubah aktifitas blender menjadi edit mode. Kita dapat mengubah tulisan text menjadi apa yang kita inginkan.Disini kita membuat 1 text terlebih dahulu yaitu Universitas.

Text yang telah kita buat masih menggunakan font yang standar. kita dapat mengubahnya dan juga menjadikan bentuk 3D-nya. berikut caranya :
kita pilih menu tab font pada panel properties di sebelah kanan.






















Setelah itu scrool kebawah, pilih pada bagian Font.Tidak seperti program editing yang lainnya, blender tidak akan secara otomatis memberikan daftar drop-down font yang diinstal. Kita harus menemukan font pada hard drive kita. Untuk itu tekan, tekan tombol folder: 






















Ini akan memunculkan sebuah direktori file. Jika kita menggunakan Windows, kita harus mencarinya di C: \ Windows \ Font \ . Disini saya menggunakan Showcard Gothic






















Setelah itu kreasikan tulisan kita pada panel font tersebut. untuk membuat text menjadi bentuk 3D, masih pada panel Font, kita pilih Geometry setelah itu kita beri nilai pada Extrude dengan nilai 1.00 






















Setelah itu pada nilai Bevel akan memberikan teks lebih bulat sehingga terlihat dan lebih halus.Set nilai ini ke 0.01






















Maka hasilnya akan seperti ini.






















Setelah itu kita buat lagi text Gunadarma. caranya sama dengan diatas, berikut contoh hasilnya :
Untuk meberikan keseragaman dan membuat teks berdiri keluar dari latar belakang, kita akan membuat objek teks kedua yang sedikit lebih besar dan warna yang berbeda.
Gandakan objek teks 1 tekan Shift + D, dan tekan Esc untuk meninggalkan menggandakan teks dalam posisi yang sama persis seperti aslinya. Setelah itu kita ubah :
Offset : 0.013
Extrude :0.389
Depth : 0.030
Resolusi : 1
































Kita atur kedua teks dengan nilai tersebut. hasilnya akan seperti ini.






















Kita juga dapat memberikan efek warna teks tersebut, aturlah sekreasi mungkin untuk memberikan warna yang baik pada teks. Berikut hasil yang telah saya buat:





dan saya juga menambahkan Arrow atau tanda panah pada gambar. Setelah itu atur arah pandang kamera seperti ini.



















Kita juga dapat memberikan efek cahaya pada objek. panel yang digunakan berada pada add lalu pilih Lamp Area. ini lah hasil dari pencahayaan yang kami buat :














Saya akan menambahkan Latar belakang pada Objek, berikut langkah-langkahnya :
Sebelumnya kita masuk pada panel world. Saya ingin memilih warna untuk latar belakang yang sesuai dengan teks emas. Cara termudah untuk melakukan hal ini adalah memilih warna yang berlawanan pada roda warna. Dalam hal ini, biru.  Saya telah menggunakan nilai R: 0,015 G: 0,075 B: 0,250


















Setelah itu aktifkan Paper sky untuk tekstur yang akan dibuat nanti sesuai dengan panel world
  






















lanjut ke panel tekstur (dan pastikan berasal dari panel world.) dan klik New untuk membuat tekstur baru.






















Dari drop down menu pilih, Blend.
























default tekstur campuran hitam dan putih. Untuk mengedit warna campuran tekstur tandai Ramp.






















Setelah itu beri warnanya. Saya menggunakan R: 0,520 G: B 0,660: 0,900. 























Berikutnya, geser titik paling kanan jangkar ke bagian tengah. Ini akan membuat gradien lingkaran yang lebih besar dan mencakup lebih dari latar belakang.
  





















Pada bagian Blend klik menu dropdown dan pilih Quadrat Sphere. . Hal ini akan mengubahnya dari gradien horisontal ke gradien lingkaran. Aktifkan Horizon sehingga tekstur diterapkan ke pengaturan world. Aktifkan Stencil untuk membuat masker untuk tekstur berikutnya yang kita ciptakan.
 





















Tambahkan tekstur yang baru di bawah yang telah kami buat sebelumnya.






















Ubah Size ke 0,5 dan Depth menjadi 6. . Ini akan menciptakan pola-pola awan besar rinci dalam gradien yang kita buat. Pilih Horizon sehingga diterapkan ke pengaturan world. pada Blend pilih Add, lalu kita ubah warna awan sesuai dengan warna yang sebelumnya kita buat (R: 0,520 G: B 0,660: 0,900)
 





















Setelah itu  ubah kontrasnya menjadi 2






















maka hasilnya akan seperti ini:


















Ini adalah hasil akhir yang kami buat.





















Berikut hasil akhir Rendering kelompok kami. Mengenai hasil yang kurang memuaskan. Kami sudah berusaha semaximal mungkin. Semoga jadi pertimbangan bapak Dr. Tb. Maulana Kusuma, SKom.Terima kasih.

Selasa

Permodelan 3D

            Permodelan 3D merupakan suatu proses untuk mengembangkan representasi matematis dari objek 3D menggunakan software tertentu. Ada beberapa cara yang cukup populer untuk melakukan permodelan 3D ini, yaitu permodelan poligon. Pada permodelan poligon, titik-titik digambar dalam ruang 3D (disebut sebagai verteks), lalu dikoneksikan dengan garis untuk membentuk polygonal mes. Dengan permodelan poligon ini, proses render dapat dilakukan dengan cepat.
            Bentuk permodelan lain yang cukup populer adalah nonuniform rational basis spline (NURBS), yang juga merupakan permodelan matematika untuk merepresentasikan kurva dan permukaan. Dibandingkan permodelan poligon, pemodelan dengan metode NURBS ini menawarkan fleksibelitas dan akurasi yang lebih baik karena permukaan didefinisikan oleh garis kurva.
            Dari permodelan 3D, objek akan diletakkan ke dalam suatu scene melalui proses layout dan animation. Di sinilah didefinisikan relasi dan perpaduan antara objek dengan menentukan lokasi dan ukuran dari objek tersebut. Beberapa metode populer untuk layout dan animation adalah keyframing. Pada keyframing, terlebih dahulu ditentukan titik awal dan titik secara halus sehingga saat frame ditampilkan satu per satu secara berurutan akan didapatkan animasi gerakan objek tersebut. Selain keyframing, metode untuk layout and animation yang lain adalah inverse kinematics.
            Secara singkat, metode inverse kinematics ini adalah metode yang mendefinisikan bagaimana gerkan dilakukan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasikan gaya pada suatu titik dari objek, dan kemudian menerapkan kinematik untuk menentukan gerkan objek. Contoh gerakan melempar bola baseball, gerakan objek dengan akselerasi, dan tabrakan dua objek merupakan contoh bagaimana inverse kinematics diterpakan.
            Terkahir adalah proses untuk menjadikan suatu objek menjadi realistis, yaitu proses rendering. Jika pada dua proses sbelumnya, objek yang diolah masih berupa kerangka kasar, maka dalam proses inilah suatu objek akan diubah sehingga objek tersebut menjadi realistis dengan melakukan texture mapping, pencahayaan, refleksi, penambahan bayangan, transparansi atau opacity.
            Teknik radiosity merupakan tekhnik render berdasarkan analisis refleksi cahay dari permukaan difusi. Teknik ini membagi bidang menjadi bidang yang blebih kecil untuk menentukan detail warna sehingga prosesnya berlangsung lambat, namun visualisai yang dihasilkan sangat rapih dan halus. Radiosity lebih tepat digunakan untuk gambar diam atau hasil akhir dari suatu objek. Kurang tepat jika digunakan untuk rendering objekl yang sifatnya realtime seperti pada game atau simulasi.
            Teknik ray tracing merupakan rendring yang cukup baik digunakan untuk gambar diam atau efek-efek pada film. Teknik ini bertujuan untuk menyimulasikan gerakan alami cahaya. Secara sederhana, teknik ray tracing memperhitungkan nilai warna sinar dan nilai koefisien pantul dari benda dalam penetuan warna penggambaran pada layar. Dengan menggunakan teknik ini, dapat diperoleh efek seperti reflection, refraction, scattering dan crhomatix aberration.
            Teknik rendering lain yang dinilai cukup cepat adalah teknik ray casting atau juga dikenal sebagai Backward Ray Tracing. Penelusuran cahaya dilakukan bukan dari sumber cahaya, sperti halnya ray tracing, namun penelusuran cahaya diterima oleh mata (atau kamera), kemudian dilakukan penelususran dari objek mana asal sinar tersebut dan dari objek tersebut dicari sumber cahayanya. Teknik ini digunakan untuk simulasi real time sperti game komputer atau animasi kartun, ketika detail tidaklah begitu penting. Pada teknik ini digunakan sampling untuk menampilkan hasil. Hasilnya tidak sebaik seperti pada teknik ray tracing, namun proses rendering yang dilakukan dapat berlangsung dengan cepat.